Sabtu, 22 Oktober 2011

Storia I

Siang itu kulihat dia sangat berbeda. Berbeda dengan pagi hari tadi, saat dia masih terlihat bahagia, mengobrol dan tertawa bersamaku. Aku tak tahu apa yg ada dalam fikirannya saat itu. Aku berpamitan untuk melakukan kegemaranku seperti biasa. Namun saat aku ingin pergi keluar, kulihat dia termurung sendiri, duduk dan hanya menyaksikan teman temannya tertawa. Dia terlihat sangat sedih dan butuh seorang teman. Aku putuskan untuk menyapa dan bertanya keadaanya saat itu. Penjelasan singkatnya membuat dia sedikit meneteskan air mata. Aku bingung apa yg harus aku lakukan, karena dia membuat aku merasakan apa yang dia rasakan saat itu. Ingin sekali kuusap air matanya. Namun aku tak kuasa melakukannya. Beberapa menit berlalu, akhirnya aku berfikir untuk mengurungkan niatku untuk berangkat pergi. Aku ingin temani dia beberapa menit di sini. Aku ingin membuat dia sedikit tertawa bersamaku. Tapi aku masih belum bisa melakukannya. Obrolan yang kami lakukan membuatku berfikir tentang apa yg dia rasakan. Sepertinya dia merasa sendiri saat itu, jauh dari teman temannya dan tak ada orang di dekatnya. Aku berusaha mengintrospeksi diriku, aku begitu egois dengan kesenanganku dan jarang memberikan perhatian itu padanya. tapi mulai sekarang aku berjanji perhatian itu akan terus aku berikan padanya setiap hari. Ku berjanji. Sedikit senyum mengobati kesedihanku saat itu. Dia menyuruhku berangkat untuk melakukan kegemaranku. Akhirnya aku pamit untuk pergi dan meninggalkannya sendiri lagi.

Jumat, 21 Oktober 2011

Bukan Puisi

Hari itu semua berkumpul di garis start
Perlombaan itu pun dimulai
Semua berusaha berlari secepat mungkin sampai ke garis finish
Aku pun mulai berlari
Banyak persimpangan menuju garis finish itu
Semua memilih jalannya masing-masing
Ada yg memilih menggunakan jalan yg pendek tapi berbatu
Ada yg memilih menggunakan jalan yg halus, rata tapi panjang
Ada yg memilih berlari dengan hati hati
Ada yg memilih berlari secepat mungkin tanpa memikirkan lawan2nya
Itu mereka lakukan dengan satu tujuan
Garis Finish
Saat mereka melaju kencang dengan pilihan mereka
Aku terdiam sejenak untuk berfikir
Jalan mana dan cara apa yg harus aku pilih?
Semakin lama aku berfikir aku semakin tertinggal oleh mereka
Jauh jauh dan jauh
Keputusan telah kuambil dan aku berlari lagi
Jarakku terpaut sangat jauh
Namun berhenti berlari dan keluar lomba bukanlah sebuah pilihan
Semua belum tau siapa yg akan mencapai finish lebih dulu dan menjadi juaranya
Bisa saja aku yg mencapainya
Bisa saja orang lain yg mencapainya lebih dulu
Tapi tak ada kata menyerah sebelum aku mencapai finish
Tak peduli urutan ke berapa dan dalam keadaan yg seperti apa
Yang kufikirkan hanya satu tujuan
Kuperlebar langkahku dan kupercepat lariku
Untuk memperkecil jarak itu
Tersandung, jatuh, luka kualami
Aku lakukan itu hanya untuk satu tujuan
Garis Finish